| Kembali ke Manado |
|---|
| Di usia saya menjelang lima tahun, kami meninggalkan Australia untuk kembali ke Manado. Penggalan masa kecil di Manado yang masih teringat adalah saya anak kecil gemuk, berpipi chubby dan tidak bisa berbahasa Indonesia. Wajar saja, karena semasa di Australia, kedua orang tua saya dan Frank, kakak saya, jarang sekali berbahasa Indonesia. Jadi itulah saat pertama saya mulai mempelajari bahasa Indonesia bercampur dengan bahasa Manado. Orang tua meninggalkan kenangan indah bagi saya. Mereka saling menyayangi, saling mengisi dan belajar banyak dari sebuah perkawinan. Keduanya tokoh yang mengagumkan, meskipun punya sosok yang berbeda di mata saya. |